animasi_kerjasama_dengan_WWF

Kepala Balai Penelitian dan Pengembangan Teknologi Konservasi Sumber Daya Alam (Balitek KSDA), salah satu Unit Pelaksana Teknis Badan Litbang dan Inovasi, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan menandatangani perjanjian kerjasama “Penelitian dan Pengembangan Konservasi Badak Sumatera dan Habitatnya di Kalimantan Timur” dengan WWF Indonesia Program Lansekap Hulu Mahakam, Rabu (13/7). Kerjasama tersebut merupakan perwujudan kepedulian Balitek KSDA […]

Selengkapnya →
animasi_bayi_rusa_sambar

Untuk pertama kalinya, Kamis (30/06), bayi rusa sambar (Rusa unicolor brookei) lahir di penangkaran Balai Litbang Teknologi Konservasi Sumber Daya Alam (Balitek KSDA) Samboja. Bayi rusa sambar tersebut lahir dari sepasang rusa sambar yang telah 2,5 tahun berada di penangkaran Balitek KSDA. Hasil pemeriksaan drh. Amir Ma’ruf, dokter hewan Balitek KSDA menunjukkan bahwa bayi rusa […]

Selengkapnya →
anigif_pustakawan

C. Sri Utami Fujiyanti pustakawan Balai Penelitian dan Pengembangan Teknologi Konservasi Sumber Daya Alam (Balitek KSDA) terpilih menjadi juara I pustakawan berprestasi 2016 tingkat Provinsi Kalimantan Timur. Pengumuman ini disampaikan oleh Dra. Hj. Ardiningsih, M.Si Kepala Badan Perpustakaan Provinsi Kalimantan Timur pada 30 Juni 2016 di Samarinda. Ajang pemilihan pustakawan berprestasi tahun 2016 ini diadakan […]

Selengkapnya →
20160617_091346

Sampah, satu kata yang membuat orang menjauhi, menghindari bahkan jijik sekali untuk sekedar melihat penampakannya. Hal tersebut membuat semua orang berusaha menghindari dan membuangnya jauh-jauh dari lingkungannya. Demikian ungkap Dedy Afriza, direktur Bank Sampah Samarinda, dalam acara sosialisasi penanganan sampah di Balitek KSDA, Jumat  17 Juni 2016. Acara tersebut diselenggarakan oleh Balitek KSDA untuk mencari […]

Selengkapnya →

Joula Goni masuk ke rumahnya. Tidak lama kemudian ia keluar lagi. Di tangan perempuan Minahasa itu, sebuah tengkorak dijinjing. Ia menaruhnya pada sebuah meja plastik yang telah dialas. Satwa endemik Sulawesi itu, memiliki ciri unik. Berbeda dengan bentuk babi umumnya, babirusa memiliki dua cula atau tanduk dekat hidung yang melengkung ke belakang. Sementara bagian bawah […]

Selengkapnya →

Rencana penetapan bentang alam Wehea-Kelay dengan luas lebih dari 500 ribu hektar sebagai Kawasan Ekosistem Esensial (KEE) merupakan salah satu upaya penyelamatan orangutan dengan populasi terbesar di Kalimantan Timur yang diperkirakan mencapai 2.500 individu sesuai dengan hasil penelitian yang dilakukan Serge Wich, dkk yang diterbitkan dalam Jurnal Oryx tahun 2008. Hal itu disampaikan Dr. Ishak […]

Selengkapnya →